Tampilkan postingan dengan label Shihah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shihah. Tampilkan semua postingan

Senin, 06 Juni 2011

Rahasia dan Manfaat Minyak zaitun

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, ada enam belas pakar kedokteran paling tersohor di dunia berkumpul di Roma pada tanggal 21 April 1997 M, untuk menerbitkan beberapa pengarahan dan keputusan bersama tentang tema “Minyak Zaitun dan Nutrisi Laut Putih Tengah”.Dalam pernyataan tersebut, mereka menegaskan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun bisa memberikan andil melindungi tubuh dari serangan penyakit jantung koroner, kenaikan kolesterol darah, kenaikan tekanan darah, serta sakit diabetes dan obesitas, di samping minyak zaitun juga berkhasiat mencegah terjadinya beberapa jenis kanker.

Minyak Zaitun Mengurangi Kolesterol Berbahaya

Berbagai riset membuktikan adanya fakta yang tidak menyisakan keraguan lagi, bahwa minyak zaitun menurunkan total kadar kolesterol dan kolesterol berbahaya, tanpa mengurangi kandungan kolesterol yang bermanfaat.

Minyak Zaitun Mengurangi Resiko Terjadinya Penyumbatan (Trombosis) dan Penebalan (Arteriosklerosis) Pembuluh Darah
Dalam sebuah kajian yang dipublikasikan pada bulan Desember tahun 1999 M di Majalah AMJ CLIN NUTRL para peneliti menyatakan bahwa nutrisi yang kaya kandungan minyak zaitun bisa mengurangi pengaruh negatif lemak dalam makanan terhadap terjadinya pembekuan darah, dan selanjutnya mengu-rangi terjadinya penebalan pembuluh nadi jantung.

Minyak Zaitun Mengurangi Peradangan Sendi
Majalah AMJ CLIN NUTR edisi November 1999 M, mempublikasikan sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 145 pasien pengidap sakit persendian semacam arthritis di Yunani Utara. Mereka dikorelasikan dengan 108 orang yang sehat. Dalam penelitian ini terlihat bahwa pengkonsumsian minyak zaitun bisa memberikan andil dalam melindungi tubuh dari terjadinya penyakit ini.

Minyak Zaitun Menurunkan Angka Kematian
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam majalah Lanst yang terkenal pada 20 Desember 1999 M, menunjukkan bahwa negara paling miskin di Eropa, yaitu Albania, yang berpenduduk muslim, memiliki keistimewaan sedikitnya angka kematian di sana. Angka kematian di Albania di kalangan pria adalah 41 orang dari setiap 100.000 orang, separoh dari keadaan di Britania. Hal itu dipengaruhi oleh konsumsi minyak zaitun dalam makanan para penduduk Albania.

Minyak Zaitun Mengurangi Pemakaian Obat-obatan Penurun Tekanan Darah Tinggi
Sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Aldovaroro di Universitas Napoli Italia dan dipublikasikan dalam Majalah Archives of Internal Medicine, tanggal 27 Maret 2000 M, telah diadakan studi terhadap 32 pasien yang terkena penyakit tekanan darah tinggi dan mereka itu mengkonsumsi obat-obatan untuk darah tinggi.
Hasil studi menunjukkan penurunan tekanan darah dalam kadar 7 poin di kalangan mereka yang mengkonsumsi minyak zaitun.

Minyak Zaitun Mengurangi Serangan Kanker
Para peneliti menyatakan bahwa sebab menurunnya rasio kematian akibat serangan kanker di Laut Putih Tengah adalah karena makanan penduduk negeri tersebut mengandung minyak zaitun sebagai sumber utama lemak, di samping mengandung sayur-sayuran, buah-buahan, dan kol.

Minyak Zaitun Mencegah Timbulnya Kanker

Profesor Asman, Ketua Akademi Studi Arteriosclerosis di Universitas Monstar, Jerman, dia merupakan peneliti paling menonjol di dunia di bidang kedokteran dan arteriosclerosis, ia berkata, “Pengkonsumsian minyak zaitun bisa melindungi tubuh dari serangan sejumlah kanker lainnya, di antaranya kanker colon, kanker rahim, kanker ovarium, sekalipun jumlah studi ini masih terlalu minim.”

Minyak Zaitun dan Kanker Payudara
Sebuah studi yang dipublikasikan di bulan November 1995 dan dilakukan terhadap 2.564 wanita yang terkena kanker payudara, menegaskan bahwa ada korelasi terbalik antara kemungkinan terjadinya kanker payudara dengan pengkon-sumsian minyak zaitun, dan bahwa banyak mengkonsumsi minyak zaitun memberikan andil dalam melindungi seseorang dari serangan kanker payudara.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Majalah Archives of Internal Medicine edisi Agustus 1998 M menegaskan bahwa pengkonsumsian sesendok makan minyak zaitun setiap hari bisa mengurangi bahaya terjadinya kanker payudara sampai pada kadar 45%.

Minyak Zaitun Mengurangi Timbulnya Tukak Lambung
Dr. Samût, dari Universitas Harvard Amerika, menyampaikan sebuah studi di Kongres Terakhir Organisasi Penyakit Sistem Pencernaan Amerika yang diadakan pada bulan Oktober 2000 M.

Dr. Samût menegaskan bahwa gizi yang terkandung dalam minyak zaitun bisa memiliki pengaruh positif dalam melindungi tubuh dari kanker lambung dan mengurangi timbulnya penyakit tukak lambung.

Minyak Zaitun dan Kanker Rahim
Majalah Kanker Britania mempublikasikan di bulan Mei 1996 M sebuah studi yang dilakukan terhadap 145 wanita Yunani yang terkena kanker rahim. Para peneliti mengkorelasikan antara wanita-wanita yang terkena kanker rahim tersebut dengan wanita-wanita yang banyak mengkonsumsi minyak zaitun. Ternyata, para wanita yang mengkonsumsi minyak zaitun lebih sedikit yang terkena kanker rahim. Di mana kemungkinan terjadinya kanker pada mereka turun sampai 26%.

Minyak Zaitun dan Kanker Lambung
Sejumlah studi ilmiah modern menunjukkan bahwa mengkonsumsi minyak zaitun secara teratur bisa mengurangi terjadinya kanker lambung. Tapi masih diperlukan berbagai studi ilmiah lanjutan mengenai hal ini.

Minyak Zaitun dan Kanker Colon
Ada juga beberapa studi yang menunjukkan bahwa peng-konsumsian buah-buahan, sayur-sayuran, dan minyak zaitun, memainkan peran penting dalam melindungi tubuh dari serangan kanker colon.

Minyak Zaitun dan Kanker Kulit (Melanoma)
Majalah Dertmatdogg Times edisi bulan Agustus 2000 M menyebutkan sebuah studi yang menunjukkan bahwa meng-gunakan minyak zaitun setelah renang sebagai krim kulit dan berjemur, akan melindungi terjadinya kanker kulit (melanoma).

Minyak Zaitun Berkhasiat Seperti ASI
Dalam sebuah studi modern yang dipublikasikan di bulan Februari 1996 M di Universitas Barcelona, Spanyol, yang dilakukan terhadap empat puluh wanita yang menyusui, diambil sampel ASI dari mereka. Para peneliti menemukan bahwa kebanyakan lemak yang terkandung di dalam ASI termasuk jenis lemak yang berantai tunggal. Jenis lemak ini dikategorikan sebagai lemak terbaik yang seharusnya dikonsumsi oleh manusia, dan itulah jenis lemak yang terkenal terdapat dalam minyak zaitun.

Minyak Zaitun Membunuh Kutu Kepala
Beberapa studi yang dilakukan di beberapa Universitas dan Akademi di Amerika, tentang kutu kepala, menunjukkan bahwa penggunaan minyak zaitun sebagai minyak rambut yang terkena kutu, dalam beberapa jam saja bisa membunuh kutu yang ada di kepala.
***
Sumber : http://www.thibbun-nabawi.com/www.wimakassar.org

Kamis, 02 Juni 2011

Membongkar Mitos-mitos Rokok

(I)

31 Mei ditetapkan sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Berbagai acara digelar untuk memperingati hari tersebut. Salah satunya adalah aksi damai di Jakarta, kemarin.

Tujuan peringatan HTTS tentu saja mengajak masyarakat menyadari bahaya tembaka atau rokok. Semua orang tidak membantah tentang bahaya tembakau. Tapi anehnya, makin tahun jumlah "ahli hisap" (plesetan untuk para perokok) sepertinya tidak berkurang. Buktinya, mesin pabrik rokok di Indonesia masih terus berputar.

Ada sejumlah mitos yang dibangun oleh para pendukung rokok, sehingga gerakan-gerakan larangan rokok yang diprakarsai berbagai pihak selalu kandas. Mitos-mitos itu misalnya nasib para petani tembakau, bertambahnya jumlah pengangguran, berkurangnya pemasukan negara; bila rokok dilarang.

Nah, tulisan berikut ini mencoba membongkar mitos-mitos tersebut

Kasihan Nasib Petani Tembakau?

Menurut Aliansi Masyarakat Tembakau Indonesia petani tembakau di Indonesia lebih dari 20 juta orang. Maka bayangkanlah bila rokok dilarang, betapa dahsyatnya dampak sosialnya? Bagaimana nasib jutaan orang yang menggantungkan hidupnya pada industri tembakau itu?

Hasil kajian Lembaga Demografi Universitas Indonesia (UI) dan Biro Pusat Statistik (BPS) menyimpulkan bahwa jumlah petani tembakau di Indonesia tidaklah signifikan, karena hanya 1,6% (sekitar 684 ribu) dari jumlah tenaga kerja sektor pertanian atau setara dengan 0,7% dari jumlah seluruh tenaga kerja di Indonesia.

Dari prosentase jumlah petani tembakau yang kecil itu pun, kondisi sosial ekonomi mereka juga kurang menggembirakan. Kualitas kehidupan masyarakat sering diukur dari tingkat pendidikan formalnya. Nah, pendidikan petani tembakau kebanyakan (69%) hanya lulusan SD.

Dilihat dari rumahnya, 58% masih berlantai tanah. Itu artinya mereka standar kehidupan mereka masih memprihatinkan.

Dililhat dari penghasilan, mereka juga kurang memenuhi standar kehidupan yang layak, karena rata-rata upah petani tembakau hanyalah 47% dari rata-rata upah nasional.

Di sisi lain, petani tembakau nyaris tak mempunyai nilai tawar di hadapan industri rokok. Industri rokok adalah satu-satunya pembeli tembakau. Bahkan konon, yang menentukan mutu tembakau adalah pabrik rokok, sementara para petani diam tak berkutik.

Masing-masing pabrik rokok punya tim yang bakal menilai tingkat mutu tembakau. Ada sekitar 40 tingkatan mutu dan harga. Mutu terendah harganya Rp 500 dan tertinggi Rp 25 ribu per kilogram.

Dari data di atas, jelas telah terjadi ‘penjajahan’ terhadap petani tembakau. Bahkan, seandainya petani melakukan perlawanan, misalnya boikot tidak menanam tembakau. Jangan dikira industri rokok bakal gulung tikar. Mereka punya persediaan tembakau melimpah, cukup untuk satu tahun. Andaikan persediaan tak cukup, mereka masih bisa impor seperti sekarang.

Mengatasi ‘penajajahan’ tersebut, tak ada jalan lain, para petani harus beralih ke pekerjaan lain. Dalam hal ini Indonesia bisa belajar kepada Thailand. Negeri tetangga ini cukup sukses mengajak petani opium beralih ke tanaman lain.

Pemerintah Thailand melakukan pendekatan persuasif sekaligus solutif. Dia tak cuma melarang, melainkan memberi penjelasan dan juga fasilitas bagi petani yang mau beralih ke tanaman lain. Fasilitas itu misalnya memberikan subsidi. Tak pelak, lambat laun petani pun bersedia pindah ke jenis tanaman lain yang tak kalah produktif, misal kopi.

Itulah yang sebenarnya harus dilakukan pemerintah Indonesia.

(II)

Kontribusi Rokok Kurang dari 1%

Muhammadiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) pernah mengeluarkan fatwa haram untuk rokok. Fatwa itu kemudian menyulut kontroversi. Muhammadiyah dan MUI dituding tidak punya kepekaan sosial. Jika rokok diharamkan, bagaimana dengan nasib ratusan ribu buruk pabrik rokok? Bagaimana pula dengan dengan para petani tembakau? Inilah persoalan-persoalan yang mengemuka mengiringi fatwa rokok.

Jika logika itu dijadikan alasan untuk mereduksi pengharaman rokok, kita khawatir industri-industri haram akan bertebaran di bumi pertiwi.

Bayangkan, jika industri minuman keras, narkoba, dan lokalisasi berdiri di Indonesia dan berhasil menyerap jutaan tenaga kerja. Apakah kita lantas kemudian meringankan hukum minuman keras dan bisnis haram lainnya?

Pengambilan hukum harus didasari alasan yang benar. Karena ternyata tidak ada fakta, baik secara akademis atau empiris yang membuktikan bahwa pengendalian tembakau (rokok) mengakibatkan ‘kiamat ekonomi’ bagi suatu negeri. Bahkan perlu diketahui, industri rokok hanya menduduki peringkat 48 dari 66 sektor yang berkontribusi pada penyerapan tenaga kerja di Indonesia.

Bandingkan, misalnya dengan sektor jasa konstruksi yang berkontribusi 5,4% atau sektor pertambangan yang berkontribusi 4,6%. Ke depan, daya serap pabrik rokok bakal terus menurun. Itu seiring mekanisasi yang kini dilakukan industri rokok.

Maka sangatlah berlebihan jika menjadikan dampak ekonomi sebagai alasan untuk meringankan hukum rokok menjadi makruh atau mubah. Menurut Ketua Koalisi untuk Indonesia Sehat, Prof Dr Firman Lubis, keuntungan yang diperoleh industri rokok sekitar Rp 13 triliun, sementara kerugian yang ditimbulkan mencapai Rp 42 triliun lebih. Kerugian itu dibayar lewat biaya kesehatan dalam APBN.

Anehnya, menyaksikan begitu banyak rakyat yang teracuni oleh rokok yang jahat itu, pemerintah hanya berdiam diri. Jangan menggadaikan kesehaan anak bangsa, hanya karena takut kehilangan cukai yang nilainya sama sekali tak sebanding dengan biaya kesehatan yang mesti ditanggung.(Bambang S, dari buku "Merokok Haram" /www.hidayatullah.com)

Kamis, 03 Maret 2011

7 Herbal Pereda Demam

Mengingat demam bukanlah kategori ‘penyakit’ melainkan reaksi tubuh menghadapi ragam gangguan imunitas, maka yang diutamakan dalam menghadapi demam adalah tetap menjaga dan meningkatkan energi serta gizi tubuh, terutama penambahan asupan cairan. Di antara herbal (dawa’/ obat) yang Insya Allah berkhasiat unggul untuk meredakan demam antara lain:

Madu (Mel depuratum)

“Barangsiapa meminum tiga sendok madu dalam tiga pagi saja dalam satu bulan, tidak akan terkena penyakit berat” (H.R. Ibnu Majah).

Madu mengandung banyak air dan fruktosa. Madu bersifat antibakteri karena keasaman alami dan hidrogen peroksida yang dihasilkannya. Konsumsi madu secara teratur memperkuat sel darah putih untuk melawan bakteri dan penyakit yang diakibatkan oleh virus.

3-7 sendok makan madu yang dicampur dengan segelas air dingin dan diminum sebelum makan, tiga kali sehari dapat membantu meredakan demam. Terapi ini bermanfaat dilakukan di pagi hari 1 jam sebelum makan untuk detoksifikasi.

Habbatussauda (Nigella sativa)
“Hendaknya kalian mengkonsumsi jinten hitam. Karena jinten hitam mengandung obat untuk segala jenis penyakit, kecuali As-Saam” (H.R. Bukhari & Muslim).

Sifatnya panas dan kering, mengandung 15 macam asam amino, alkaloid, dan saponin. Jinten hitam dapat digunakan untuk meredakan demam yang disertai batuk berdahak dan sejenisnya.

Dari Khalid bin Sa’ad, dia berkata: “Satu ketika aku keluar bersama Ghalib bin abjar. Di tengah perjalanan dia jatuh sakit. Sesampainya kami di Madinah, Ghalib tetap sakit. Ketika Ibnu Abu Atiq menjenguk-nya, dia menyaran-kan pada kami: “Carilah Habbatus-sauda, ambil sebanyak lima sampai tujuh biji, lalu tumbuklah sampai menjadi lembut. Setelah diberi sedikit minyak, teteskanlah pada bagian hidung dan bagian-bagian tubuh yang lain. Soalnya Aisyah r.a. pernah bercerita kepadaku bahwa ia mendengar Nabi Shallallaahu 'alaihi wasallam pernah bersabda: “Sesungguhnya Habbatussauda ini merupakan penyembuh dari segala macam penyakit, kecuali As-sam”. Saat aku tanyakan, kata Aisyah, “apa itu As-sam?”, Rasulullah menjawab “As sam ialah kematian”. (HR. Bukhari).

Bagi orang yang terserang demam dapat memanfaatkan satu sendok teh serbuk habbatussauda sebanyak tiga kali sehari. Sedangkan untuk anak-anak dapat diteteskan minyaknya 5-7 tetes tiga kali sehari. Biji habatussauda yang dipanaskan, efektif jika dihirup baunya untuk meredakan demam disertai flu. Sedangkan minyaknya apabila dicampur air atau minyak zaitun dapat diminum untuk meredakan demam akibat panas atau peradangan di lambung.

Semangka (Citrullus vulgaris)
Nabi Shallallahu A’laihi Wa Sallam pernah makan semangka dicampur dengan kurma muda yang sudah masak, beliau bersabda: “Panas di buah ini dinetralisir oleh unsur dingin di buah ini” (H.R. Abu Daud & At-Tirmidzi).

Semangka bersifat dingin dan basah. Daging buah semangka rendah kalori dan mengandung air sebanyak 93,4%, protein 0,5%, karbohidrat 5,3%, lemak 0,1%, serat 0,2%, abu 0,5%, dan vitamin A, vitamin B, dan vitamin C. Selain itu, juga mengandung asam amino sitrullin, asam aminoasetat, asam malat, asam fosfat, arginin, betain, likopen, karoten, bromin, natrium, kalium, silvit, lisin, fruktosa, dekstrosa, dan sukrosa.

Semangka bisa dipakai untuk menurunkan demam, yaitu dengan memakan daging buah semangka segar sebanyak 500-1000 gr. Sebaiknya dilakukan 2-3 kali sehari. Untuk meredam efek sampingnya dapat diformulasikan bersama jahe sebagai pereda demam.

Mentimun (Cucumis sativus)

Dari Abdullah bin Ja’far diriwayatkan bahwa ”Rasulullah Shallahu’Alaihi Wa Sallam biasa menyantap mentimun dengan kurma masak” (H.R. At-Tirmidzi).

Timun bersifat dingin dan basah, mengandung 0,65% protein, 0.1% lemak dan karbohidrat sebanyak 2,2%. Juga mengandung kalsium, zat besi, magnesium, fosforus, vitamin A, vitamin B1, vitamin B2 dan vitamin C. Parutan buah timun digunakan untuk mengompres dapat dengan segera menurunkan demam. Mengkonsumsi timun segar juga efektif meredakan demam.

Bawang Merah (Allium cepa)

Dari Aisyah radhiyallaahu 'anha bahwa ia pernah ditanya tentang bawang merah. Aisyah menjawab: “Makanan yang terakhir kali dimakan oleh Rasulullah, mengandung bawang merah” (H.R. Abu Daud)

Bawang merah bersifat panas dan basah, memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin. Untuk meredakan demam pada anak, cuci lima butir bawang merah lalu kupas. Kemudian parut atau gerus dan tambahkan minyak zaitun secukupnya.

Setelah itu balurkan ke tubuh anak, terutama bagian ubun-ubun, punggung, perut, paha, lengan, dan telapak kaki. Istirahatkan anak untuk mempermudah kesembuhan.

Labu Air (Lagenaria leucantha R.)
“…Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu…”(Ash-shaaffat: 146).

Labu bersifat dingin dan basah, mengandung kalsium, zat besi dan vitamin C. Untuk terapi demam dengan memarut labu air lalu diperas dan diambil airnya. Diminumkan 3 kali sehari masing-masing ½ gelas. Bisa juga dibuat sup (sayur) atau direbus dijadikan lalapan.

Zaitun (Oleo europaea)
“Gunakanlah minyak zaitun sebagai lauk dan gunakanlah sebagai minyak rambut, karena ia berasal dari pohon yang penuh dengan berkah.” (HR. Ibnu Majah).

Daun dan tangkai zaitun telah digunakan sebagai lambang perdamaian. Minyak zaitun bersifat dingin dan lembab. Minyak zaitun kaya akan minyak essensial seperti omega 3, 6, dan 9. Terdapat vitamin A, B1, B2, C, D, E, K, dan zat besi di dalamnya.

Karena sifat minyaknya yang dingin dan lembab, maka baik jika dibalurkan kepada penderita demam, terutama bagi bayi yang terserang demam.
Apabila diminumkan dapat melegakan lambung, mengatasi peradangan pada lambung dan mengeluarkan cacing dari dalam perut.

Selain itu daunnya dikenal sebagai pencegah infeksi dan demam. Untuk infeksi/ luka terbuka dapat dibasuhkan air rendaman daun zaitun. Untuk demam dapat dikompreskan dengan beberapa daun yang telah direndam air hangat.

(Sumber: Tabloid Bekam Edisi 6/2010)