Tampilkan postingan dengan label Akhbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhbar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 03 Maret 2015

Ketua Wahdah: Belajar Al-Qur’an Itu Mudah

Ketua Umum Wahdah Islamiyah (WI), Ustad Muhammad Zaitun Rasmin mengatakan bahwa belajar Al-Qur’an itu mudah. Ustad Zaitun mengatakan hal itu pada Grand Opening Islamic Book Fair (IBF) 2015 di Istana Olahraga Gelora Bung Karno (Istora GBK) Senayan Jakarta, pada Jum’at (27/02). Beliau mendasarkan pernyataan hal tersebut pada beberapa ayat Al-Qur’an, diantaranya suarah Al-Qomar; “Dan sesungguhnya Kami telah memudahkan Al-Qur’an untuk dipahami, maka siapakah yang mau mempelajarinya”.

 “Allah ‘Azza wa Jalla telah menegaskan dalam Al-Qur’an secara tersurat bahwa Al-Qur’an dimudahkan untuk dipelajari. Tidak tanggung-tanggung disebutkan dalam 4 ayat secara berulang-ulang dengan lafazh yang sama dalam satu surah; yaitu pada surah al-Qamar ayat 17,22,32 dan 40”, jelas Wakil Ketua Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) ini.

Menurutnya kemudahan belajar Al-Qur’an mencakup mempelajari cara bacanya, menghafal, dan memahami maknanya. “Dalam hal mempelajari itu kita bisa mengangkat unsur yang paling penting, yaitu: mempelajari bacaannya (cara membacanya), menghafalkannya dan mempelajari makna-maknanya”, terang ketua Ikatan Ulama & Da’i Asia Tenggara ini.

Ustad juga memperkuat pernyataannya dengan bukti konkrit, yakni adanya orang-orang non Arab yang mampu membaca al-Qur’an pada usia belia atau dalam waktu yang cepat.  “Ini telah terbukti sepanjang zaman di seluruh belahan bumi bagi mereka yang bukan Arab. Cukup menjadi bukti bahwa ratusan juta ummat Islam non Arab dapat membaca Al-Qur’an dengan baik (fasih) sama seperti orang  Arab bahkan banyak diantara mereka lebih baik bacaannya dari orang Arab”, paparnya di hadapan ribuan peserta pembukaan pameran buku Islami terbesar Asia Tenggara tersebut. (sym)



Sabtu, 15 Juni 2013

AMUK MASSA LDII RUSAK MIMBAR MASJID AL-HIJRI II UIKA BOGOR

Massa LDII melakukan tindakan anarkis dengan berusaha menggagalkan acara Seminar Aqidah Islam dan Pelatihan Ruqyah yang diadakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Ibn Khaldun Bogor, pada Sabtu, 15 Juni 2013. Acara yang menghadirkan Ustadz Adam Amrullah, mantan Ketua Pemuda LDII Jakarta Timur pun terhenti. Suasana berubah ricuh di menit-menit awal.
Beberapa orang jamaah tak luput dari sasaran kekerasan yang dilakukan massa LDII. Dalam kesaksiannya, salah seorang peserta yang menjadi sasaran tindakan anarkis tersebut menjelaskan bahwa amuk jamaah LDII bermula ketika seorang peserta seminar memotong penjelasan pemateri di menit awal. Dengan nada keras dan seolah telah diatur skenarionya, kemudian peserta tersebut memberi aba-aba kepada massa untuk merengsek maju dan menyerang ke depan mihrab masjid ke tempat duduk panitia. Tak ayal, Ahmad (salah satu Mahasiswa UIKA) yang berada tidak jauh dari pemateri menjadi sasaran cakaran dan pukulan massa LDII yang memadati hingga sudut-sudut ruangan masjid.

Malam sebelum acara seminar, panitia mengaku telah mendapat teror sms dan telepon yang berisi ancaman agar tidak melaksanakan acara tersebut. Telepon langsung yang diterima Ketua Panitia menanyakan kekuatan panitia pelaksana.

Kelompok Islam Jamaah yang didirikan Nurhasan Ubaidah Lubis di Surabaya pada 1 Juli 1972 tersebut di era Ketua Umum MUI, Prof Dr Hamka telah menyatakan bahwa ajaran Islam Jamaah, Darul Hadits atau yang pernah bernama Lemkari yang dipakainya telah difatwa sesat. Karenanya dihimbau kepada umat Islam agar tidak mengikuti ajarannya. Fatwa yang telah dikeluarkan MUI tidak mungkin dicabut kembali.

Kesesatan ajaran LDII antara lain selalu mengkafirkan umat Islam lain yang tidak menjadi anggota LDII, tidak pernah mau sholat dibelakang umat Islam selain LDII, menganggap selain anggota LDII masuk neraka, bagi mereka yang keluar dari LDII dianggap murtad dan sebagainya.
Sangat disayangkan bahwa aliran ini juga bahkan dianut oleh sebagian mahasiswa dan mahasiswi perguruan tinggi yang dikenal kritis dan memiliki sistematika berfikir yang ilmiah. “Kriteria aliran sesat sebenarnya sudah sangat jelas sebagaimana yang pernah dikeluarkan oleh MUI, tinggal kita, umat Islam yang perlu ta’awun dan lebih gencar mensosialisasikannya kepada masyarakat.” Kata Faisal, Mahasiswa yang turut hadir. [fysal]

Jumat, 14 Juni 2013

Ikatan Ulama Muslim Sedunia: Krisis Suria Tanggung Jawab Seluruh Umat Islam

Ketua Ikatan Ulama Muslim Sedunia, Syekh Amin al-Haj hafidzahullah menyampaikan bahwa krisis Suria merupakan tanggung jawab seluruh umat Islam, bukan tanggung jawab umat Islam di Suria saja. Hal ini disampaikan oleh Syekh al-Haj dalam sambutannya pada muktamar ulama dunia yang diselenggarakan di Kairo, kamis (4/10/1434 atau 13/6/2013). Oleh karena itu beliau memfatwakan bahwa jihad Ke Suria hukumnya wajib bagi setiap Muslim. Beliau juga menyerukan/mengajak untuk memberangkatkan kafilah jihad ke Suria, sebagaimana dilansir oleh almoslim.net.

Syekh Amin juga mengajak para penguasa untuk mendukung para Mujahidin. ”Kami nasihatkan kepada para penguasa agar mereka bertakwa kepada Allah serta menunaikan tugas dan tanggung jawab mereka. Hendaknya mereka memberikan bantuan kepada para Mujahidin berupa senjata dan tidak melarang siapapun yang ingin berjihad membela kaum Muslimin”, ujarnya. Sementara kepada para Mujahidin beliau mewasiatkan agar mereka meluruskan niat dalam berjihad. “Berjihadlah untuk meninggikan kalimat Allah, berperanglah demi meninggikan agama Allah”, tegasnya.

Statement Syekh al-Haj turut diamini oleh Syekh. Dr. Yusuf al-Qaradhawi yang turut menyampaikan sambutan dalam muktamar tersebut. “Perang yang terjadi di Suria adalah perang terhadap Islam. Oleh karena itu jihad di sana hukumnya wajib”, kata Ketua Persatuan Ulama Muslimin Sedunia [al-Ittihad ‘Alami Li ‘Ulama Muslimin] tersebut. Selain itu Syekh al-Qaradhawi juga mengajak para penguasa Arab dan umat Islam untuk menunjukan solidaritas terhadap ahlussunnah di Suria.

Muktamar  yang diadakan untuk membantu Suria tersebut diprakarsai oleh  bebebrapa lembaga Islam Internasional seperti al-Ittihad ‘Alami Li ‘Ulama Muslimin, Rabithah Ulama Muslimin, Rabithah Ulama Ahlussunnah, dan lembaga Islam lainnya. Salah satu keputusan muktamar ini adalah seruan agar segera diberangkatkan kafilah da’wah dan jihad ke Suria.

Muktamar yang mengambil tema “Sikap dan Peran Ulama Umat terhadap Masalah Suria” ini dihadiri pula oleh Dr. Muhammad ‘Arifi, Dr.’Imad ‘Abdul Ghafur (staf presiden Mesir), Syekh ‘Abdullah Syakir (ketua Jam’iyyah Ansharussunnah al-Muhammadiyah, Syekh Abdurrahman ‘Abdul Khaliq (pendiri madrasah Salafiyah di Mesir), dan ulama-ulama lain dari berbagai penjuru dunia Islam, termasuk dari Indonesia yang diwakili oleh Ustad Harman Tajang Lc (WI) dan ustad Farid Ahmad Oqbah, Lc, MA (MIUMI). (diolah dari almoslim.net/sym).

Jumat, 27 April 2012

INVESTASI AKHIRAT "PEMBANGUNAN MASJID DAN PESANTREN PENGHAFAL AL-QUR’AN IBNU ABBAS KABUPATEN MUNA"

PROPOSAL PROYEK PEMBANGUNAN MASJID DAN PESANTREN PENGHAFAL AL-QUR’AN IBNU ABBAS KABUPATEN MUNA

 
 A.    Latar Belakang

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran (QS Al-Qamar:17,22,32,& 40).
 Demikian pula firman-Nya:

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَتْلُونَهُ حَقَّ تِلَاوَتِهِ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۗ وَمَن يَكْفُرْ بِهِ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ [٢:١٢١]
Orang-orang yang telah Kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya, mereka itu beriman kepadanya. Dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi. (QS: Al baqarah: 121)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari al-Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhari).
Dua ayat dan hadits di atas merupakan arahan Allah dan Rasul-Nya agar manusia memiliki perhatian yang besar terhadap Al-Qur’an.

Al-Qur’an adalah nikmat terbesar yang Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepada kepada ummat manusia. Dengannya Rasullah shallallaahu ‘alahi wasallam membangun peradaban. Membebaskan manusia dari pebudakan, mengangkat derajat mereka,dan melepaskan mereka dari himpitan dunia yang sempit menuju keadilan Islam dan keluasan negeri abadi. Sejarah menunjukkan bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alahi wasallam mengahasilkan suatu generasi dengan ciri yang khas dan unik dibanding seluruh sejarah ummat manusia, melalui “madrasah al Qur’an”. Di dalam generasi itu terdapat tokoh-tokoh besar dunia, menara petunjuk bagi manusia yang memimpin peradaban zamannya dengan keadilan dan akhlak mulia. Generasi yang memenuhi panggung sejarah dengan prestasi, walau sang Nabi tidak lagi hidup bersama mereka. Sebab, mereka adalah generasi lulusan “sekolah Nabi” yang mengambil warisan Nabi dengan sepenuh hati, mengukir makna Al-Qur’an di hati dan melukisnya di dalam sejarah. Ajaran sang Nabi senantiasa hidup di dalam sanubari.

Kini generasi ummat Islam miskin prestasi. Menderita kelemahan di segala aspek kehidupan , terpinggirkan  dari peradaban zaman. Ummat Islam kehilangan kekuatan untuk memainkan perannya dalam memimpin manusia di atas akhlak mulia dan keadilan, serta tidak berdaya mengakkan amar ma’ruf nahi munkar. Peradaban ummat manusia pun terguncang kemerosotan moral akibat kelemahan kaum Muslimin.
Pertanyaanya adalah; apa yang hilang dari ummat Islam hingga mereka lemah?  Apa yang mereka tidak miliki? Padahal kaum Muslimin adalah 1/6 dari penduduk bumi. 2/3 sumber daya alam berada di wilayah negara kaum Muslimin . Mereka juga memiliki tekonolgi yang cukup dalam mengembangkan  berbagai sarana kehidupan. Namun mengapa mereka tetap lemah dan terbelakang , diliputi oelh kemiskinan dan kelaparan, kebodohan dan penyakit , ketakutan dan keterpaksaan, intimidasi dan ketidakadilan serta berbagai bentuk kelemahan lainnya. Cahaya kemuliaan kaum Muslimin pun meredup seiring kelemahan-kelemahan yang dideritanya. Sinarnya lambat laun memudar dan tidak lagi kuat  untuk menerangi jalan keteladanan  bagi kehidupan umat manusia. Mereka tersilaukan oleh kemajuan peadaban materi yang telah dicapai oleh bangsa lain.  Lalu disangkanya itulah cahaya yang menuntun pada kebangkitan. Hingga mengalihkan mereka menjadi murid-murid  peradaban materi, yang belajar dan menilai kelulusannya, kemajuannya, kebangkitannya dan kemuliaannya dengan nilai-nilai materi. Namun, teryatanya  mereka masih menjadi bangsa  yang dibelakang bukan didepan.Yang dipimpin bukan memimpin, yang meniru-niru bukan memberi teladan.
Fenomena kelemahan kaum Muslimin di atas adalah akibat dari meredupnya ‘ruh’ dan ‘cahaya’ mereka yang sejati. Yakni ‘ruh’ dan ‘cahaya’ yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada Rasulullah Muhammad shallallaahu ‘alaihi wasallam untuk membangkitkan kehidupan manusia yang hakiki.
  وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِي مَا الْكِتَابُ وَلَا الْإِيمَانُ وَلَٰكِن جَعَلْنَاهُ نُورًا نَّهْدِي بِهِ مَن نَّشَاءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِي إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ [٤٢:٥٢]
Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus. (QS: Asy Syura:52)

Itulah al Qur’an yang menghimpun “ruh” dan “cahaya” . Dengan ruh itu hati menjadi hidup dan dengan cahayanya hati mampu mengenal kebenaran dan kebatilan. Dengan al Qur’an Allah meninggikan suatu kaum yang memuliakannya dan merendahkan kaum yang melalaikannya.
Segala upaya untuk mendekatkan  ummat dengan  al Qur’an perlu segera dilakukan secara lebih intensif, berkesianmbungan dan terorganisir dengan baik. Yayasan Pesantren Ibnu Abbas merespon permasalahan ini dengan mendirikan pondok pesantren Tahfidz Al Qur’an Ibnu Abbas.

Pesantren Ibnu Abbas alhamdulillah telah beroperasi sejak tahun 2006 bertempat di Kelurahan Mangga Kuning Kecamatan Katobu Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara. Seiring perkembangannya, pesantren ini akan dipindahkan ke  lokasi baru yang lebih strategis  yakni Desa La Salepa Kecamatan La Salepa Kabupaten Muna. Mengawali proyek pembangunan ini,-alhamdulillah- pengelola yayasan telah berhasil mendapatkan bantuan dari pihak donatur  yang bersedia membiayai bangunan Masjid dan asrama santri . Hanya saja pihak donatur mempersayaratkan  lokasi  tersebut layak dan siap untuk didirikan bangunan di atasnya. Alhamdulillah pihak yayasan telah mendapatkan lokasi yang merupakan tanah wakaf. Namun lokasi tersebut masih perlu ditimbun sehingga lokasi tersebut belum siap dibangun. Beban biaya penimbunan ditambah biaya administrasi dan IMB sekitar Rp 135.000.000 (Seratus Tiga Puluh Lima Juta Rupiah)

Oleh karena itu, kami mengajak  bapak/Ibu/sdr(i) Muhsinin kiranya dapat berpartisipasi menjadi donatur /penyumbang biaya penimbunan lokasi pembangunan pesantren penghafalan Al Qur’an tersebut. Semoga sedekah, infak, dan donasi bapak/ibu/sdr (i) tercatat sebagai ibadah di sisi Allah  Ta’ala dan menjadi amal jariyah yang pahalanya akan terus mengalir.

Donasi dapat diantar langsung ke Masjid Al Wahdah/ Yayasan Ibnu Abbas Jalan Kontu Kowuna (belakang SLTP 3 Raha) Kelurahan Mangga Kuning Kecamatan Mangga Kuning Kab. Muna Sulawesi Tenggara, atau transfer via rekening:  BNI CABANG BAU-BAU NO.REK.0196575474 an.La Sinani, Spd. CP : 081 342 611151 (Salehaman).


Ketuan Yayasan Ibnu Abbas Kab. Muna

                ttd

Ust. Fajar Mahyuddin, Spd.



Minggu, 25 September 2011

Waspadai Kristenisasi via Pacaran & Hamilisasi (Belajar dari Kasus Bantul)

Cinta memang membutakan. Love is Blind. Begitulah sebuah ungkapan. Ketika cinta sudah merasuk ke dalam dada, maka mata tidak bisa melihat sebuah kebenaran. Apapun akan dikorbankan untuk mendapatkan yang dicintainya. Tidak peduli akan melanggar norma agama ataupun harus mengorbankan kebahagiaan hakiki di akhirat. Naudzubillahi min dzalik.

Sebuah pengalaman berharga dialami Mawar, bukan nama sebenarnya, muslimah penduduk Bambanglipuro Bantul Jogjakarta. Bambanglipuro adalah sebuah kecamatan yang cukup banyak komunitas nasraninya hasil proyek penjajah Belanda.

Meski pendidikan yang dialami mawar cukup memada. Dari TK hingga SMK di sekolah Muhammadiyah, bukan merupakan jaminan bagi gadis berusia 18 tahun ini untuk mempertahankan akidahnya ketika suatu saat ia berkenalan dengan seorang pemuda Katolik. Dengan usia masih sangat belia, Mawar berkenalan dengan Alex, lajang yang cukup berumur 33 tahun. Kesenjangan usia yang cukup jauh bukanlah hambatan. Cinta pun tumbuh seiring perkembangan waktu.

...Alex datang dengan ditemani tokoh Nasrani setempat mengatakan kalau mawar sudah hamil, maka mereka harus segera dinikahkah di gereja...

Hingga suatu ketika, di awal bulan September 2011, Alex datang dengan ditemani tokoh Nasrani setempat mengatakan kalau mawar sudah hamil, maka mereka harus segera dinikahkah di gereja. Pak Amir, ayah Mawar pun linglung tak tahu harus berbuat apa. Maka ketika disodori surat kesediaan untuk menikahkan putrinya yang hamil di gereja, Pak Amir menyetujuinya dengan membubuhkan tanda tangan.

Selang beberapa hari, Pak Amir mulai berpikir. Ia tidak rela mengorbankan anak dan keterunannya ke dalam lembah kesusahan yang tiada berkesudahan dalam keyakinan kafir, berpindah akidah. “Meskipun dari awal Mawar mengatakan ingin tetap istiqamah dalam Islam, tapi itu tidak mungkin. Bagaimana kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan dicapai dengan perbedaan konsep hidup beragama yang berbeda. Tidak mungkin!” ujarnya dalam hati.

...Cara apapun mereka tempuh untuk memurtadkan umat Islam...

Dengan dibantu segenap tokoh agama, tokoh masyarakat setempat dan beberapa ormas Islam, akhirnya Pak Amir mencabut surat pernikahan anaknya di gereja. Proses pencabutan berlangsung cukup cepat. Beberapa orang berkumpul di parkir samping gereja membuat warga sekitar gereja kaget hingga beberapa personel polisi datang.

Upaya penyadaran terhadap Mawar terus dilakukan. Ruqyah, dan pendampingan serta penambahan pemahaman kepada keluarga Pak Amir. Bu Amir yang berada di luar kota pun pulang untuk melihat keadaan anak dan suaminya karena beberapa kali Bu Amir diteror pemuda gereja tentang keselamatan suaminya.

Tak hanya itu, para pemuda gereja juga menghembuskan berita bohong bahwa ormas Islam menggropyok gereja ketika melakukan pencabutan pembatalan pernikahan dengan menggunakan 3 truk. Padahal saat itu rombongan datang hanya beberapa orang tidak menggunakan truk. Datang dengan baik-baik dengan sebuah mobil dan puluhan sepeda motor.

...Alex bersama tokoh agama Nasrani setempat menipu dengan mengatakan kalau mawar sudah hamil 3 bulan, agar pihak keluarga merestui pernikahan di gereja...

Juga ketika Alex, pacar korban datang dengan tokoh agama Nasrani setempat mereka sudah menipu dengan mengatakan kalau mawar sudah hamil 3 bulan dengan maksud agar pihak keluarga (ayah korban) segera memberikan restu untuk dinikahkan di gereja. Tindakan ngawur untuk mengelabuhi korban. Cara apapun mereka tempuh untuk memurtadkan umat Islam.

Kejadian di atas semoga menjadi pelajaran bagi para muslimah dalam mencari calon suami. Dan bagi para orangtua untuk senantiasa memperhatikan pergaulan anaknya. Jauhi pergaulan beda agama yang mengarah pada pacaran dan pernikahan. Karena hubungan ini rawan Kristenisasi.

Semoga Allah senantiasa memberikan bimbingan kepada kita menempuh kehidupan ini dijalan-Nya, meskipun banyak persoalan berkaitan dengan akidah seringkali ada. [http://www.voa-islam.com/counter/christology/2011/09/20/16146/waspadai-kristenisasi-via-pacaran-hamilisasi-belajar-dari-kasus-bantul/]

Jumat, 09 September 2011

Muslim Teheran Dilarang Syi'ah Shalat Idul Fitri

Warga Muslim yang tinggal di ibukota Iran, Teheran, dilarang menyelenggarakan shalat Idul Fitri pada 1 Syawal kemarin (31/8).

Iran memerintahkan penganut Islam Sunni (selanjutnya disebut Muslim) yang merupakan minoritas di negara beragama Syi'ah itu, untuk tidak menyelenggarakan shalat Idul Fitri secara terpisah.

Ratusan polisi diterjunkan di ibukota untuk mencegah orang-orang Muslim memasuki gedung atau rumah yang mereka sewa untuk menggelar shalat Idul Fitri.

Pemerintah Syi'ah Iran senantiasa menolak permohonan warga Muslim untuk mendirikan masjid mereka sendiri di Teheran. Sekarang ini tidak ada satu pun masjid di Teheran milik umat Islam Sunni. Padahal, di kota itu terdapat gereja-gereja dan sinagog-sinagog untuk orang Kristen dan Yahudi yang jumlah populasinya lebih sedikit daripada Muslim.

"Polisi Teheran mencegah jamaah Sunni dari melaksanakan shalat Id di berbagai tempat di ibukota," tulis situs komunitas Muslim di Iran, SunniOnline.us. "Mereka mengepung rumah-rumah di mana Sunni melakukan shalat dan menghalangi jamaah yang ingin masuk ke dalam."

Sebagaimana dilansir Guardian, ribuan warga Syi'ah hari Rabu (31/8), berbaris di belakang pemimpin spiritual tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, yang memimpin shalat Idul Fitri ala Syi'ah di Universitas Teheran.

Rezim Iran menggunakan shalat Idul Fitri untuk menunjukkan kepada publik bahwa tokoh-tokoh politik negeri itu bersatu di belakang pemimpinnya. Politisi dari berbagai kelompok yang berbeda diwajibkan menghadiri acara itu. Jika mereka absen, maka ketidakhadirannya dianggap sebagai pembangkangan.

Berdasarkan konstitusi Iran, kelompok minoritas agama harus dihormati dan memiliki perwakilan di parlemen. Dua hari sebelum Idul Fitri (29/8), beberapa anggota parlemen dari kelompok Muslim menulis surat kepada Presiden Mahmud Ahmadinejad untuk meminta izin agar komunitas mereka diperbolehkan menggelar shalat Idul Fitri yang terpisah dari Syi'ah.

Muslim Teheran sejak beberapa pekan sebelumnya telah diperintahkan pejabat berwenang untuk membuat pernyataan tertulis berisi jaminan bahwa warga Muslim tidak akan menggelar shalat Idul Fitri di ibukota.

Syiekh Abdul Hamid Ismail Zehi, imam Muslim di Zahedan, sebuah kota di kawasan tenggara Iran, mengkritik rezim Iran dalam khutbahnya.

"Saya ingin meminta kepada pemimpin tertinggi agar menghentikan langkah-langkah diskriminatif dan ilegal dari sejumlah pejabat, karena mereka melarang minoritas Sunni di kota-kota besar Iran menggelar shalat khususnya shalat Id dan shalat Jum'at. Ini adalah permintaan seluruh Sunni di Iran," katanya sebagaimana dikutip SunniOnline.us.

Iran kerap membual bahwa penduduk Syi'ah dan Muslim di negaranya hidup berdampingan dengan damai. Namun, warga Muslim beberapa tahun belakangan mengeluhkan tindakan keras yang dilakukan rezim Syi'ah.

Rezim Syi'ah menuding Muslim yang bertanggungjawab atas pemboman belum lama ini di daerah selatan Iran. Syi'ah menuding Muslim bersama negara-negara Islam di Timur Tengah yang melakukan kejahatan itu.(http://www.hidayatullah.com/read/18773/09/09/2011/muslim-teheran-dilarang-syi%27ah-shalat-idul-fitri.html).

Senin, 25 April 2011

Indonesia Ladang Basah Bintang Porno Asing

Indonesia kini jadi ladang basah artis porno asing. Banyak bintang esek-esek yang kini mulai berbondong-bondong main film di negara yang mayoritas muslim ini. Booming artis porno itu tampaknya diilhami suksenya bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa dan Rin Sakuragi. Dua bintang porno itu membintangi film garapan Maxima Pictures Menculik Miyabi dan Suster Keramas.

Sukses film tersebut kemudian membuat rumah produksi lain tergiur. Seperti yang dilakukan K2K Production yang memboyong bintang porno Hollywood, Terra Patrick di film Rintihan Kuntilanak Perawan. Hal sama dilakukan produser Oddy Mulya yang akan menghadirkan bintang porno Jepang, Sora Aoi di Film Suster Keramas 2.

Ketika dua bintang porno –Miyabi dan Rin Sakuragi- asal Jepang itu datang, sebenarnya dapat banyak kecaman dari ormas Islam. Kecaman paling keras datang dari FPI yang berkali-kali mendemo dan menuntut agar film itu digagalkan. Tapi, tampkanya kecaman itu dianggap angin lalu.

Suksesnya film horor itu membuat angin segar bagi produser lain, terutama bintang porno asing. Bagi mereka, secara tidak langsung, Indonesia telah “welcome” dengan bintang porno. Karena itu, tak heran jika mereka mempromosikan “asiknya” jadi bintang film di Indonesia. Apalagi, dengan upah menggiurkan. Milyaran rupiah!

Meski kebanyakan membintangi film horor. Tetapi, tetap saja menyajikan adegan pornoaksi. Sehingga film horor yang tadinya menakutkan itu berubah jadi tidak menakutkan. Dan anehnya, film-film tersebut justru diluluskan oleh Lembaga Sensor Film. Padahal, di situ juga ada utusan dari Majelis Ulama Indonesia.

Lepas dari itu, selain filmnya yang bermasalah tapi juga image-nya: bintang porno asing. Bayangkan, Indonesia yang mayoritas muslim dan berkebudayaan Timur ini menjadi ladang basah bintang esek-esek. Hal itu tidak saja merusak citra Indonesia, tapi juga merusak nilai-nilai yang selama ini tertanam.

Pasalnya, image sangat penting bagi identitas suatu negeri. Image bisa menunjukkan wujud suatu negara yang sebenarnya. Karena itu, masuknya bintang porno itu telah merusak citra Indonesia. Seperti kata pepatah: nila setitik, rusak susu sebelanga. 

Parahnya lagi, citra itu akan merubah sudut pandang masyarakat. Masyarakat akan menjadi permisif dan mudah menerima nilai-nilai asing yang bertentangn dengan nilai lokal yang Islami. Karena itu, tidak mustahil, lambat laun, masyarakat Indonesia akan menganggap pornografi hal biasa.

Maraknya bintang porno asing sebenarnya harus menjadi keresehan dan kekhawatiran seluruh ormas Islam dan umat Islam. Sayangnya, tidak sedikit ormas Islam yang cuek akan hal ini. Seolah-olah, mereka menganggap jika hal itu bukan urusan mereka. Padahal, hal itu seperti gunung es yang bisa meledak kapan saja.

Lebih-lebih pemerintah. Pemerintah hingga kini tak melakukan tindakan apapun. Padahal, efek dari pornografi bisa berbahaya, bahkan seperti terorisme. Hanya saja bentukny berbeda. Jika terorisme berbentuk bom dan biasanya korbanya nyawa, sedangkan terorisme bentuk pornoaksi ini jangka panjang dan menuai banyak korban.

Dalam kajian medis, sering diungkap efek dari pornografi bagi masyarakat, terutama anak-anak. Pornografi bisa merusak otak anak dan otomatis merusak masa depan mereka. Terorisasi moral ini sangat berbahaya.

Sayangnya, pemerintah tebang pilih dalam hal ini. Jika terorisme diatasi dengan sangat serius hingga ditetapkan siaga satu, bintang porno asing dan pornografi seolah dibiarkan saja. Padahal, jika hal ini “meledak,” korbannya tidak satu dua orang, bisa banyak orang bahkan seluruh masyarakat Indonesia. Jadi, waspadalah!

(Muharrikul Ummah /www.hidayatullah.com)

Senin, 21 Februari 2011

Korea Selatan Batasi Kegiatan Misionaris ke Negeri-Negeri Muslim

Pemerintah Korea Selatan akan melakukan amandemen undang-undang yang mengatur tentang pemberian paspor bagi warganya yang memiliki catatan kriminal di negara lain. Amandemen itu membuat kelompok-kelompok misionaris di negeri itu gusar, karena menganggap amanden tersebut bertujuan untuk membatasi aktivitas misionaris mereka, terutama ke negeri-negeri Muslim

Kementerian Luar Negeri Korea selatan dalam keterangannya mengatakan, dengan amandemen tersebut, pemerintah tidak akan mengeluarkan paspor bagi warganya yang pernah dihukum atau diusir dari negara lain karena melakukan tindakan melanggar hukum, seperti pembunuhan, menyelundupkan narkoba, dan ilegal entri.

"Paspor tidak akan diberikan pada para pelaku pelanggaran hukum selama satu sampai tiga tahun, tergantung pada beratnya pelanggaran dan besarnya denda yang dikenakan," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Meski dalam amandemen tidak secara tegas menyebut "kegiatan misionaris" sebagai aktivitas ilegal, sejumlah pemuka agama Kristen di Korea Selatan menilai katagori "ilegal entri" dalam amandemen tersebut dimaksudkan untuk melarang aktivitas penyebaran agama mereka di negara-negara Muslim.

"Pemerintah ingin mengatur kegiatan misionaris kami di luar negeri," kata seorang pemuka agama Kristen di Seoul yang tidak mau disebut namanya.

Korea Selatan merupakan salah satu negara yang menjadi basis kelompok misionaris terbesar kedua di dunia, setelah AS. Kelompok misionaris itu mengutus tim mereka ke wilayah-wilayah yang sedang dilanda perang, termasuk ke negeri-negeri Muslim. Menurut data resmi pemerintah, tercatat 17.000 warga Korea Selatan yang menjalankan misi penyebaran agama Kristen. Mereka tersebar di 173 negara.

Sejumlah media internasional, antara lain BBC dan surat kabar New York Times bahkan menyebutkan, misionaris asal Korea Selatan jumlahnya lebih besar dibandingkan data resmi pemerintah Negara Ginseng itu.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan membantah tudingan bahwa kelompok misionaris menjadi target amandemen undang-undang tersebut. "Semua regulasi sudah diberlakukan sejak tahun 1981 berdasarkan panduan pemerintah, dan tidak ada seorang pun yang dilarang membuat paspor untuk melakukan kegiatan misionaris," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri.

Butuh waktu tiga bulan untuk memproses amandemen undang-undang itu. Jika disetujui oleh Kantor Perdana Menteri dan Kabinet, maka hasil amandemen bisa diberlakukan.

Apakah amandemen itu, salah satu tujuannya memang untuk membatasi kegiatan misionaris, yang jelas kegiatan misionaris telah menimbulkan persoalan besar bagi pemerintah Korea Selatan. Negara-negara Muslim banyak yang mengeluhkan kegiatan keagaman ilegal yang dilakukan organisasi-organisasi Kristen asal Korea Selatan.

Negara-negara seperti Iran, Irak, Yordania, Yaman dan negara Muslim lainnya sudah mengusir ratusan misionaris asal Korea Selatan. Tahun 2004, seorang misionaris asal Korea Selatan diculik dan dibunuh di Irak. Tahun 2007, Taliban di Afghanistan menculik sejumlah pekerja misionaris asal Korea Selatan. Dua orang misionaris dibunuh, dan 21 orang misionaris lainnya dibebaskan setelah Seoul membayar uang tebusan yang dituntut.Taliban.

Peristiwa tahun 2007 itu memicu perdebatan di Korea Selatan. Kelompok propemerintah menyatakan para pembayar pajak selayaknya tidak dibebankan untuk membayar uang tebusan atau biaya untuk menyelamatkan para misionaris yang bermasalah di luar negeri.

Pemerintah Korea Selatan akhirnya menyetujui saran itu dan membuat kebijakan tidak akan membayar uang tebusan terhadap para misionaris yang bermasalah di negara lain karena aktivitas penyebaran agama yang mereka lakukan. (ln/oi/www.eramuslim.com)

SISWA SMA WAHDAH JUARA LOMBA KREATIFITAS REMAJA

Anak-anak Islam Terpadu Wahdah Islamiyah (SMA IT WI) kembali berkiprah, memperlihatkan bahwa mereka sudah layak diperhitungkan dalam lomba Kreativitas Remaja tingkat provinsi Sulselbar.

Ini dibuktikan dengan meraih Juara II lomba Korang Dinding (Koding) yang digelar Harian Fajar, masuk dalam Top Ten Sekolah pilihan Juri pada acara pengumuman, Jumat 18 Februari di Graha Pena Makassar.

Fadli, Ketua Tim Koding SMA IT Wahdah bersama beberapa anggota timnya yang memberikan info di Kantor DPP, Sabtu 19 Februari, menuturkan bahwa berdasarkan info dari panitia lomba sebenarnya secara subtansi isi dan berbagai aspek penilaian Juri, koding SMA Wahdahlah yang juara I, namun kalah dalam Voting Jumlah Pendukung sekolah.

Voting Jumlah pendukung ini dilihat dari banyaknya jumlah karcis tanda masuk yang dibeli siswa pendukung dari sekolah masing-masing, mulai tanggal 14-18 Februari. Bahkan menurut fadli, Voting ini presentase penilaiannya lebih besar dibanding penilaian subtansi materi koding. Info adanya voting ini agak lambat diterima tim dari panitia, dan juga fadli mengatakan kondisi di tempat acara, mereka tidak sangka sebelumnya, yang tidak kondusif.

Tim sempat merasa optimis bisa juara 1 setelah melihat secara sekilas Penilaian juri dari Dosen Seni UNM, memberi nilai plus setelah tim presentasi, dan juga terlihat dari antusias pengunjung pameran dan panitia melihat Koding SMA Wahdah. Pada saat pengumuman 10 Top Ten, sampai penyebutan 3 besar SMA Wahdah belum disebut, dan perhatian sebagian besar para pengunjung ke Koding SMA Wahdah, sebagai tanda secara umum pengunjung menilai koding SMA Wahdah yang pantas juara I.

Sebanyak 25 sekolah ikut dalam lomba ini, Sekolah yang masuk Top Ten : SMA IMMIM Putra, SMA Wahdah, SMA 18, SMK Kesehatan Plus Prima Mandiri, SMA 4, SMA 1 Tanralili Maros, SMK Kehutanan, SMA 12, SMA Ummul Mukminin dan SMA 21.

Tema yang ditetapkan Panitia keker Koding ini adalah tentang Pemimpin Masa Depan (Leader Wanna Be). Tim Koding SMA IT WI memberi judul kodingnya dengan nama “Green Leader”, Menurut Fadli, judul ini diharapkan pemimpin masa depan adalah pemimpin yang peduli terhadap alam. Ketika Pemimpin itu bersahabat dengan alam, maka rakyat akan mudah untuk cinta alam yang pada akhirnya alam juga akan bersahabat dengan manusia, sebagai hubungan timbal balik yang positif.

Dalam Koding ini sarat dengan tulisan-tulisan yang berkenaan dengan seorang pemimpin, mulai dari tulisan tentang tujuh prinsip kepemimpinan, Komunikasi seorang Pemimpin hingga menampilkan sosok Jusuf Kalla sebagai seorang pemimpin yang berasal dari Sulsel, yang dikutip beberapa ungkapan-ungkapannya.

Dalam kodingnya, anak-anak SMA IT WI membuat replika “Kota Modern” yang bernuansa Alam. Dimana setiap yang ditampilkan nampak hidup dan punya makna tersendiri yang hubungannya dengan seorang pemimpin dalam mengambil pelajaran dari alam.

Sebagai contoh, adanya air terjun, yang berasal dari atas ke bawah, air akan mengalir, jika terhambat, maka akan mencari celah sekecil apapun untuk bisa dilalui. Seorang pemimpin hendaknya turun ke rakyatnya untuk berinteraksi, jika ada masalah, tidak cepat menyerah, akan tetapi memikirkan celah-celah penyelesaian yang bisa ditempuh sehingga aktifitas dapat terus dilaksanakan dengan baik.

Ada juga penggambaran samudera dalam koding tersebut, hendaknya seorang pemimpin bersifat seperti samudera, air yang kotor yang memasuki samudera maka akan menjadi bersih. Sesuatu yang negatif bagi seorang pemimpin harus bisa diolah sehingga bisa memberikan pemikiran positif bagi rakyat dan alam.

Begitupula, digambarkan filosofi tanah. Tanah itu relah diinjak ditempatkan pada posisi di bawah, seolah-olah terkesan dihinakan, akan tetapi tanah memberikan sebaliknya kepada manusia, sebagai tempat tumbuhnya tumbuh-tumbuhan dan pepohonan yang bermanfaat bagi manusia dan berbagai bahan yang bisa diolah yang berasal dari dalam tanah. Begitupula pemimpin yang diharapkan, berbagai macam saran dan kritikan yang diberikan, hendaklah semua itu dapat diterima dengan lapang dada, yang dengannya, pemimpin dapat bekerja memberi bukti yang nyata kepada masyarakat.

Hendaknya juga seorang pemimpin seperti udara, yang lembut, memasuki setiap ruang, sehingga dapat mengetahui keadaan rakyatnya, yang mengalami penderitaan dapat segera diberi bantuan.

Juga ada nuansa warna subuh di dalam replika tersebut, sebagai penggambaran waktu subuh sebagai awal aktifitas produktif bagi para pemimpin dan rakyatnya dalam kehidupan ini.

Bangunan Graha Pena sebagai ikon Fajar sebagai pelaksana lomba ini, Fadli DKK menempatkannya berdekatan dengan istana Negara, dengan maksud, Gedung sebagai perwakilan media massa ini, selain bisa jadi jembatan komunikasi pemimpin dan rakyatnya juga bisa memainkan perannya sebagai media kontrol pemimpin.

Sebagai gambaran suatu kota modern, di tengah-tengah kota tersebut ditempatkan masjid, sebagai sarana pemimpin dan rakyatnya tidak melupakan misi hidupnya, yakni hubungan vertikalnya dengan Sang Khalid. Dengan menjaga dengan baik hubungan vertikal ini, maka hubungan horisontal ke rakyat dan alam akan sejalan dan harmonis.

Tim Koding ini beranggotakan 10 orang: Ketua Fadli Darmawan, Anggota: Abdul Hadi Qasim S,Fadil Husain, Aidil Ihsan, Wahyu Usamah, Shaiful Akbar, Muhammad Rusli, Amar Ma’ruf, Dzulfikar Chandra, Ahmad Farizal. Tim menyelesaikan karya ini selama 10 hari dengan biaya sebesar 500 ribu, biaya bahan dan biaya penyelesaian. Biaya ini jauh lebih kecil dibanding juara I, menghabiskan biaya 1,5 Juta. Tim Koding SMA IT WI selain mendapat piala, juga mendapat hadiah dana sebesar 700 ribu sedang Juara I sebesar 1 juta.

Tim Koding yang dapat juara ini juga merupakan anggota dari Club Remaja Muslim el Wahdah, Ketua TIM Koding Fadli Darmawan, juga Ketua CRM el Wahdah. Tim Koding dalam membuat karyanya ini juga mendapat sumbang saran dari berbagai pihak diantara guru SMA IT WI Zainal Abidin dan Drs.Alimuddin, MM, AK salah seorang Dosen Unhas, Orang tua salah satu anggota tim. (wahdah.or.id)

Selasa, 08 Februari 2011

Rabbi yang Serukan Membunuh Non-Yahudi Dilindungi Oleh Pemukim Yahudi

Para pendukung seorang rabbi pemukim - yang menulis sebuah buku yang membenarkan pembunuhan terhadap warga non-Yahudi dalam beberapa kasus - melakukan aksi di luar rumahnya di Tepi Barat pada hari Selasa kemarin (8/2) untuk menghentikan polisi menangkap dirinya, kata media Israel.

Situs surat kabar Haaretz mengatakan 2.000 orang berkumpul di luar rumah Dov Lior di permukiman Kiryat Arba, dekat kota Hebron Palestina, setelah polisi pada hari Senin lalu mengeluarkan surat penangkapan karena Lior menolak permintaan untuk pergi ke kantor polisi untuk diinterogasi.

Polisi mengatakan kepada AFP bahwa demonstrasi berlangsung damai tapi tidak bisa segera pastikan bahwa surat perintah telah dikeluarkan untuk melawan Lior.

Pimpinan kantor Lior mengatakan kepada radio militer Israel bahwa Lior telah menolak permintaan polisi yang ingin menginterogasi dirinya di fasilitas mereka dan hanya mau melakukannya di masa mendatang, meskipun ia menerima polisi datang kepadanya.

"Karena adanya penganiayaan politik yang telah berlangsung selama tahun lalu, ia tidak akan bekerja sama dan tidak akan pergi untuk diwawancarai," kata Yossi Dermer kepada radio.

Buku "The King's Torah" ditulis oleh rabbi Yosef Elitzur dan rabbi lain, dilaporkan mengatakan bahwa bayi dan anak-anak dari musuh-musuh Israel akan dibunuh karena sangat jelas bahwa mereka akan tumbuh untuk menyakiti orang Yahudi.

"Di mana saja di mana ada pengaruh orang kafir bukan Yahudi merupakan ancaman bagi kehidupan Israel, dan dibolehkan untuk membunuh mereka," tulis para rabbi dalam buku tersebut.

Buku yang diterbitkan awal tahun ini, telah menarik kritik tajam dari berbagai rabbi yang mengatakan hal itu bertentangan dengan ajaran Yudaisme. (fq/aby).Sumber:www.eramuslim.com

Minggu, 05 Desember 2010

PESTA TASYAKURAN (PERAYAAN) SYIAH ATAS “Kebinasaan Ibunda Kaum Mukminin Aisyah rodiallohu ‘anha dalam Api Neraka


Dilaporkan Oleh: Syaikh Mamduh Farhan al-Buhairi hafidzahullah


Pada tanggal 17 Ramadhan 1431 H yang lalu, di saat kaum muslimin di seluruh penjuru dunia menyibukkan diri untuk beribadah di bulan Ramadhan yang mulia, guna mendekatkan diri kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan ibadah dan ketaatan yang paling dicintai seperti shalat dan puasa, umat Islam dikejutkan dengan adanya perayaan besar yang dilakukan oleh masyarakat Syi’ah Dua Belas Imam di London, Inggris. Acara keji itu dipimpin oleh sejumlah ulama Syi’ah dari berbagai negeri Arab dan non-Arab yang dikepalai oleh Yasir al-Habib. Perayaan itu dilakukan untuk memperingati “kebinasaan” ‘Aisyah di dalam api neraka –wal’iyadzu billah-. Untuk pertama kalinya Syi’ah berani secara terang-terangan melakukan perbuatan nista tersebut. Dahulu mereka melakukan taqiyah yang itu merupakah aqidah suci dalam agama mereka.
Perayaan tersebut berupa penyampaian pidato dan pembacaan sya’ir-sya’ir dalam mengkafirkan, serta melaknat ibunda kaum mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha. Adalah Yasir al-Habib menyampaikan sambutannya di tengah kehadiran banyak orang yang mayoritas mereka mengenakan pita merah, dan sebagian mereka dengan baju merah sebagai kiasan bahwa Ibunda ‘Aisyah rodiallohu ‘anha berada dalam neraka Jahannam. Kemudian Yasir al-Habib mulai menyampaikan sambutannya dengan menegaskan bahwa ‘Aisyah adalah musuh Allah dan Rasul-Nya shollallohu ‘alaihi wa sallam. Dia menyatakan bahwa sulit baginya untuk menghitung kejahatan-kejahatan ibunda ‘Aisyah rodiallohu ‘anha terhadap hak Islam dan kaum muslimin. Yang paling keji dari kejahatan-kejahatan tersebut adalah bahwa dia telah membunuh Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan racun, turut serta dalam melawan ‘Ali bin Abi Thalib rodiallohu ‘anhu, memberontak dan memeranginya, menyakiti penghulu wanita dunia, Fathimah rodiallohu ‘anha hingga membuatnya menangis, serta kegembiraannya dengan syahidnya Fathimah, dan Amirul Mukminin ‘Ali rodiallohu ‘anhu; melempari jenazah al-Hasan rodiallohu ‘anhu dengan busur-busur panah, penyebab terbunuhnya tiga puluh ribu kaum muslimin, mengotori sirah Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dengan hadits-hadits palsunya, tuduhan kejinya terhadap Mariah al-Qibthiyyah. Selain itu mereka (orang-orang yang beragama syiah itu) menuduh ‘Aisyah rodiallohu ‘anha sebagai orang yang kurang adab, dan berlisan kotor, dan termasuk orang-orang nista lagi fasiq.

Kemudian setelah berbagai tuduhan kotor tersebut, orang hina (Yasir yang zindiq) ini menegaskan dan menetapkan bahwa ‘Aisyah sekarang berada dalam api neraka, bahkan tidak hanya sekedar dalam neraka, bahkan dia bersumpah atas nama Allah, bahwa ‘Aisyah sekarang berada dalam dasar neraka Jahannam, dalam keadaan tergantung kedua kakinya, memakan bangkai, dan tubuhnya sendiri. Semua itu menurutrnya berdasarkan kandungan al-Qur`an dan sunnah. Mudah-mudahan laknat Allah dan seluruh manusia atasnya.

Pada penutupan sambutannya, dia mengajak kepada kaum muslimin untuk shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah atas “binasanya” ummul mukminin –yang dia sebut ummul mujrimin/ ibunda para penjahat- , serta pindahnya dia kepada adzab pedih lagi kekal di dalam neraka jahannam. Dia juga mengajak kaum mukminin, setelah shalat tersebut, untuk meminta segala kebutuhan mereka kepada Allah, dan segala kebutuhan tersebut akan dipenuhi dengan kelembutan Allah subhanahu wa ta’ala, dan syafa’at Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam, serta ahlul bait beliau yang suci ‘alaihimusshalatu wassalam.

Selain itu pembaca yang beriman, pada acara itu telah digantungkan sebuah spanduk besar bertuliskan “Binasanya ‘Aisyah di Dalam Neraka”, dan pada sisi yang berhadapan dengannya digantungkan spanduk bertuliskan “Kebahagiaan al-Husain ‘alaihi salam”, dimana kedua sepanduk tersebut, dengan segala kekejian, dinaikkan untuk menyampaikan ucapan kotornya terhadap Ibunda kita ‘Aisyah –mudah-mudahan Allah meridhainya dan membuatnya ridha.

Perayaan tersebut telah disiarkan secara live oleh sebagian siaran Syi’ah dengan penuh suka cita dan bahagia dengan adanya perayaan besar tersebut. Di sela-sela perayaan jahat itu, disamping melaknat Ummul Mukminin, ditambahkan pula melaknat Abu Bakar, Umar, Utsman, dan para sahabat besar lainnya –mudahan-mudahan Allah meridhai mereka semua.

Sungguh, sebelumnya kami mengira bahwa pada tanggal 17 Ramadhan tersebut mereka merayakan kemenangan kaum muslimin atas orang-orang musyrik dalam peperangan Badar, akan tetapi kami dikejutkan bahwa orang-orang musyrik dan orang-orang kafir telah selamat dari lisan-lisan mereka, karena dialihkan untuk melaknat wanita suci, lagi disucikan dari langit ketujuh. Dimana Allah subhanahu wa ta’ala telah menurunkan tentangnya sepuluh ayat dalam surat an-Nur (24) yang menjelaskan sucinya ‘Aisyah dari tuduhan orang-orang munafik. Kemudian datanglaah orang-orang zindiq itu dengan mengatasnamakan cinta kepada ahlul bait, menuduh kehormatan ummul mukminin ‘Aisyah rodiallohu ‘anha yang suci, dan menyakiti Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam melalui pelecehan mereka terhadap istri yang paling beliau cintai. Mereka dengan lantangnya mengatakan bahwa Istri Nabi yang tercinta itu telah kafir, dan murtad, serta berada dalam dasar neraka Jahannam!!

Padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يُؤْذُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَأَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا مُهِينًا (٥٧)

“Sesungguhnya orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah akan melaknatinya di dunia dan di akhirat, dan menyediakan baginya siksa yang menghinakan.” (QS. Al-Ahzab (33): 57)

Wahai bangsa Indonesia, wahai bangsa Malaysia, wahai umat Islam, istri kekasih kalian, al-Mushthafa Muhammad shollallohu ‘alaihi wa sallam telah dihinakan sementara kalian semua diam??!!!

Sesungguhnya, saya mengatakannya dengan jujur kepada seluruh ulama dan awamnya kaum muslimin, jika kita tidak melakukan sesuatu maka sesungguhnya kita telah ikut serta dalam kejahatan tersebut. Maka wajib bagi kita memiliki peran dalam membela Ibunda kita, kekasih Nabi kita shollallohu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing sesuai dengan kemampuan, kedudukan dan jabatannya. Hendaknya semua tahu bahwa kita akan berdiri di hadapan Allah subhanahu wa ta’lala,
Sumber: http://qiblati.com/pesta-tasyakuran-syiah.html

Sabtu, 13 November 2010

Saudi Puji Indonesia Paling santun

Saudi Puji Indonesia Paling santun


Pemerintah Kerajaan Arab Saudi memberikan penghargaan tinggi kepada jemaah haji Indonesia karena dianggap paling santun dan sabar dalam melaksanakan rukun Islam kelima di tanah suci.
Jamaah haji Indonesia dapat menjadi contoh bagi jemaah dari negara-negara lain.

"Karenanya, jemaah haji Indonesia dapat menjadi contoh bagi jemaah dari negara-negara lain sehingga pelaksanaan ibadah haji di tanah suci itu dapat berjalan dengan sebaik-baiknya," kata Duta Besar Arab Saudi, Abdulrahman Mohammed Amen Al-Khayyat, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (11/11/2010) malam.

Pemerintah Kerajaan Arab Saudi juga telah meningkatkan pelayanan bagi jemaah haji Inonesia sejak pengurusan visa hingga pelayanan transportasi, kesehatan dan keamanan hingga saat mereka melaksanakan ibadah haji, kata Abdulrahman.

Dalam hal transportasi, dia mengakui adanya "sedikit keterlambatan" keberangkatan pesawat Saudi Airlines yang membawa jemaah haji Indonesia ke tanah suci akibat sejumlah faktor, termasuk dampak debu vulkanik letusan Gunung Merapi.

"Keterlambatan itu masih sebatas kewajaran dan yang paling penting adalah Saudi Airlines dapat membawa jemaah haji Indonesia sampai ke tujuan dengan selamat pada waktu yang tepat," katanya.

Pada kesempatan itu, atas nama pemerintah Kerajaan Arab Saudi, Abdulrahman juga menyampaikan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Indonesia terutama para korban bencana Merapi di Yogyakarta dan Jawa Tengah, serta tsunami di Mentawai, Sumatra Barat.

"Kami mendoakan para keluarga korban bencana alam di Indonesia agar mereka tetap kuat dan sabar dalam menghadapi musibah tersebut," katanya.

Pelayanan Haji Meningkat

Berkaitan dengan pelayanan ibadah haji, Dubes mengatakan, pemerintahnya terus berupaya meningkatkan pelayanan di berbagai aspek dengan memaksimalkan semua upaya dan potensi yang dimiliki tahun ini.

"Upaya yang terselenggara atas izin Allah SWT ini mendapat arahan langsung dari Yang Mulia Pelayan Dua Kota Suci Raja Abdullah bin Abdul Aziz Al-Suud, Putra Mahkota Pangeran Sultahn bin Abdul Aziz, Ketua Komite Tertinggi Haji yang jua menteri Dalam Negeri Pangeran Nayif bin Abdul Aziz dan Gubernur Makkah Pangeran Khalid Al-Faishal," katanya.

Pelayanan bagi jemaah haji pada tahun ini meningkat pesat, dan pemerintah Arab Saudi akan terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi para tamu Allah dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

"Upaya ini tidak terlepas dari kerja sama yang intensif dan dukungan yang terbina baik dengan pemerintah Republik Indonesia melalui Departemen (Kementerian) Agama," katanya.

Peningkatan pelayanan ini tercermin dari berbagai langkah yang telah ditempuh antara lain perluasan areal masjidil haram, peningkatan keamanan, pelayanan dan fasilitas umum seperti transportasi, tempat tinggal di samping jembatan berlantai lima untuk melempar jumrah di Jamarat Mina, pelayanan baru kesehatan secara gratis serta dikerahkannya 15 helikopter pemantau. [ant/hidayatullah.com]