Tampilkan postingan dengan label Masyakil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Masyakil. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 September 2013

Shalat Dulu Atau Makan Dulu?

? : Ketika makanan sudah dihidangkan, bolehkah kita mengakhirkan shalat untuk makan terelebih dahulu?

Jawaban:
Dianjurkan bagi seorang Muslim, jika hidangan sudah tersedia maka dahulukan makan baru kemudian shalat. Tujuannya supaya ketika shalat, hati bisa khusyuk. Abdullah  bin Umar radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إذا وضع عشاء أحدكم وأقيمت الصلاة فابدءوا بالعشاء, ولايعجل حتى يفرغ منه
“Jika makan malam diantara kamu sudah tersedia, sedangkan shalat sudah ditegakkan maka makanlah dahulu  dan jangan tergesa-gesa sampai engkau menyelesaikannya”. (HR. Bukhari dan Muslim). (Tanya Jawab Ringan dan Aktual Seputar Shalat, Yang Sepele & Membingungkan tapi Anda Enggan Bertanya,Karya Ustad. Dr. Ahmad Zain An-Najah, Aqwam, hlm.125)

Rabu, 23 Mei 2012

Dhamir

Dua bulan terakhir di awal tahun 2012 ini bangsa dan umat Islam Indonesia diuji oleh tiga masalah syahwat dan moral. Sumber masalah itu adalah wanita. Pertama Irsyad Manji, wanita Canada yang lesbi. Kedua Lady Gaga, Yahudi Amerika penyanyi porno dan vulgar. Ketiga, RUU kesetaraan gender yang intinya memberi hak wanita agar sama dengan laki-laki dalam segala hal.

Irsyad Manji mengaku dirinya lesbian dan menghujat syariat Islam. Namun ia dihormati dan diapresiasi oleh sekelompok penganut “Islam liberal”. Alasannya, kebebasan berwacana itu  tidak berdosa, bahkan mendapat pahala. Ada pula yang membela demi kebebasan “biarkan Manji bicara negara tidak perlu melarang sebab Tuhan saja membiarkan setan hidup”.  

Pendapat-pendapat diatas bukan saja tidak logis, tapi tidak menggunakan dhamir atau nurani. Tidak logis karena salah dalam berfikir atau berwacana justru besar dosanya. Sebab kekufuran bisa dipicu oleh fikiran. Dari kebebeasan seluas apapun akan terbatas oleh kebebasan orang atau kelompok lain, apalagi oleh kebebasan Tuhan. Jika secara liberal orang merasa berhak menghormati dan mengidolakan Manji orang lain juga berhak mencaci makinya. Bahkan setan diciptakan Tuhan untuk dilawan dimusuhi dan dicaci maki oleh orang saleh.

Beda dari Manji, Lady Gaga melawan Tuhan dan agama bukan dengan wacana. Ia tidak menulis buku, tapi bernynayi tanpa etika, mengumbar syahwat pada settiap pentasnya. Lirik lagu-lagunya menghujat Tuhan, moral dan agama. Majalah Times dan majalah Forbes meletakkan Gaga sebagai salah satu dari 100 orang berpengaruh dan berkuasa di dunia. Mungkin ia berkuasa merusak moral anak muda. Karena besar daya rusaknya ia pantas kita beri gelar “teroris moral bangsa”.

Namun di negeri yang berpreikemanusian yang adil dan beradab ini masih ada yang tidak perduli itu semua. Banyak seniman menghargai kedatangannya tanpa perduli kerugian moral bangsa. Bagi promotor, semua keburukan Gaga itu tidak penting, moral bangsa rusak pun juga tidak masalah. Yang penting untung bisa diraup sebanyak-banyaknya. Untuk orang-orang Indonesia yang liberal, sekuler dan bahkan anti-agama, ini momen penting untuk deklarasi kebebeasan dan membungkam fatwa-fatwa, atau opini-opini keagamaan.    

Diantara mereka bahkan ingin membawa ke ranah hukum. Negara ini memang negara hukum, tapi masalah seperti ini tidak bisa diselesaikan dengan hukum semata. Jangankan Ladi Gaga atau Irsyad Manji, koruptor yang pasti bersalah pun tidak selesai dengan hukum. Hukum masih belum bisa memenuhi rasa keadilan masyarakat. Apalagi untuk menyelamatkan ideologi, agama, jiwa, akal, harta, dan moral generasi bangsa ini. Hukum disini ada harga dollarnya.

Ketika Bung Karno memenjarakan Koes Plus, dasarnya bukan hukum, tapi ideologi dan harga diri bangsa. Saat umat Kristen Seoul menolak Gaga, juga bukan karena hukum, tapi ide homoseksualisme dan pornografi yang dibawanya (Washington Post 22/4/2012). Demikian pula umat Islam di Malaysia dan pemerintah Hongkong dan Philipina.

Masalah Lady Gaga adalah masalah besar, berdampak luas, berakibat fatal, bagi yang melihat dengan mata hati dan nuraninya. Untuk itu perlu solusi dengan jiwa besar, nalar besar dan komitment moral yang tinggi. Untuk itu semua perlu berlindung pada yang Maha Besar dan Maha Tinggi, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. 

Kita tidak boleh lupa, negeri ini merdeka berkat rahmat Tuhan Yang Masa Esa. Maka masalah bangsa ini bisa selesai jika semua komponen bangsa ini konsisten menghidupkan jiwa-jiwa berketuhanan. Dengan jiwa ini akan lahir kebijakan pemimpin yang arif dan kearifan pemimpin yang bijak. Maka mencekal Lady Gaga dan Irsyad Manji cukup dengan kejernihan nurani, kebersihan jiwa dan kearifan batin, berdasarkan keyakinan pada Tuhan.

Kini bangsa ini sedang menunggu kebijakan Presiden. Umat menanti fatwa ulama. Para seniman perlu petuah pujangga. Guru bangsa ditunggu kecerdasan spiritualnya. Dan para pengarus utama kesetaraan gender waktunya bicara, mengapa wanita dihargai karena simbol seksualnya. Bukankah ini pelecehan martabat wanita?

Terlepas dari alasan segelintir masyarakat bernafsu melihat Ladi Gaga, yang pasti bukan demi bangsa, negara dan agama. Dan terlepas dari siapapun yang menolak Lady Gaga, yang pasti demi kebaikan moral bangsa dan pemeluk agama-agama.

Jikapun orang tetap memaksakan Lady Gaga pentas, kita kembalikan pada nurani kita masing-masing. Dan kita, umat Islam, mesti ingat sabda Nabi “jika engkau tidak punya malu, buatlah sesuka hatimu”. Malu atau tidak ditentukan oleh dhamir atau nurani kita masing-masing. Sal dhamiraka! (ust Hamid FZ/http://insistnet.com/index.php?option=com_content&view=article&id=341%3Adhamir&catid=2%3Ahamid-fahmy-zarkasyi)

Selasa, 07 Februari 2012

Adakah Sahabat Nabi Yang Murtad?

Salah satu penyimpangan agama syi'ah adalah keyakinan (klaim) bahwa sebagian Sahabat Nabi Muhammad murtad dan berpaling dari Islam sepeninggal Nabi Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam. Oleh karena itulah mereka lebih memilih untuk hanya merujuk kepada Ahlul bait dariapada sahabat. Anehnya mereka membangun klaim, 'sahabat murtad' dengan hadits-hadits Shahih yang menjadi rujukan Ahlussunnah, seperti Shahih Bukhari. Salah satu hadits yang biasa dicatut adalah hadits Ibnu Abbas yang terdapat dalam Shahih Bukhari, No. 3100 :

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ حَدَّثَنَا الْمُغِيرَةُ بْنُ النُّعْمَانِ قَالَ حَدَّثَنِي سَعِيدُ بْنُ جُبَيْرٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا ثُمَّ قَرَأَ { كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْدًا عَلَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ } وَأَوَّلُ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيمُ وَإِنَّ أُنَاسًا مِنْ أَصْحَابِي يُؤْخَذُ بِهِمْ ذَاتَ الشِّمَالِ فَأَقُولُ أَصْحَابِي أَصْحَابِي فَيَقُولُ إِنَّهُمْ لَمْ يَزَالُوا مُرْتَدِّينَ عَلَى أَعْقَابِهِمْ مُنْذُ فَارَقْتَهُمْ فَأَقُولُ كَمَا قَالَ الْعَبْدُ الصَّالِحُ { وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي إِلَى قَوْلِهِ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ }

Telah bercerita kepada kami Muhammad bin Katsir telah mengabarkan kepada kami Sufyan telah bercerita kepada kami Al Mughirah bin an-Nu'man berkata telah bercerita kepadaku Sa'id bin Jubair dari Ibnu 'Abbas radliallahu 'anhuma dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan (pada hari qiyamat) dalam keadaan telanjang dan tidak dikhitan. Lalu Beliau membaca firman Allah QS al-Anbiya' ayat 104 yang artinya (Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan yang pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti dari Kami. Sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya). Dan orang yang pertama kali diberikan pakaian pada hari qiyamat adalah Nabi Ibrahim 'Alaihissalam dan ada segolongan orang dari sahabatku yang akan diculik dari arah kiri lalu aku katakan: Itu Sahabatku, Itu sahabatku. Maka Allah Ta'ala berfirman: Sesungguhnya mereka menjadi murtad sepeninggal kamu. Aku katakan sebagaimana ucapan hamba yang shalih (firman Allah dalam QS al-Maidah ayat 117 - 118 yang artinya (Dan aku menjadi saksi atas mereka selagi aku bersama mereka. Namun setelah Engkau mewafatkan aku…) hingga firman-Nya (….Engkau Maha Perkasa lagi Maha bijaksana).

Bagaimana maksud hadits di atas? Siapa Sahabat yang murtad. Berikut ini penjelasan Ust Sigit Pranowo dalam rubrik Tanya Jawab http://www.eramuslim.com/. Selamat membaca.

***

entang makna firman Allah Subhanahu wa Ta’ala didalam hadits tersebut قَالَ فَيُقَال إِنَّهُمْ لَمْ يَزَالُوا مُرْتَدِّينَ عَلَى أَعْقَابِهِمْ "Sesungguhnya mereka menjadi murtad sepeninggal kamu"

Syeikh al Mubarakhfuri didalam kitabnya “Tuhfah al Ahwadzi” mengutip perkataan an Nawawi dialam “Syarhnya” yang mengatakan bahwa terjadi perbedaan pendapat dikalangan ulama tentang hal itu :

Pertama : Bahwa maksudnya adalah orang-orang munafik dan orang-orang murtad yang bisa jadi dikumpulkan dikarenakan cahaya (bekas wudhu) lalu Nabi shalallahu alaihi wa sallam memanggil mereka dikarenakan tanda yang ada pada mereka namun dikatakan (kepada Nabi) bahwa mereka bukan termasuk orang-orang yang dijanjikan kepadamu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang telah mengganti (agamanya) setelahmu artinya bahwa mereka tidaklah mati diatas lahiriyahnya seperti saat kamu tinggalkan mereka.

Kedua : Bahwa maksudnya adalah orang yang ada pada zaman Nabi shalallahu alaihi wa sallam kemudian murtad sepeninggalnya lalu Nabi shalallahu alaihi wa sallam memanggil mereka meskipun tidak ada tanda wudhu pada diri mereka dikarenakan Nabi shalallahu alaihi wa sallam mengenalnya disaat hidupnya akan keislaman mereka lalu dikatakan kepada Nabi shalallhu alaihi wa sallam bahwa mereka telah murtad.

Ketiga : Bahwa mereka adalah para pelaku maksiat dan dosa besar yang meninggal diatas tauhid serta para pelaku bid’ah yang kebid’ahannya tidak mengeluarkan mereka dari islam.

Al Hafizh Ibnu Abdil Barr mengatakan bahwa setiap yang melakukan perbuatan baru didalam agama (bid’ah) termasuk orang-orang yang dihalau dari telaga (Rasulullah shalallahu alaihi wa sallam), seperti : Khawarij, Rafdihah dan para pengikut hawa nafsu.

Dia juga mengatakan,”Termasuk orang-orang zhalim yang berlebihan didalam kezhaliman, menghilangkan kebenaran dan mengumumkan dosa-dosa besarnya.” Dia berkata,”Setiap mereka dikhawatirkan termasuk dalam apa yang dimaksudkan didalam hadits.”

Al Hafizh Ibnu Hajar didalam kitabnya “al Fath” menyebutkan bahwa yang terdapat didalam riwayat al Kusymihani “Lan Yazaaluu” serta didalam terjemah Maryam dari hadits-hadits tentang para Nabi. Al Farari berkata bahwa telah disebutkan dari Abu Abdillah al Bukhari dari Qabishah berkata,”Mereka adalah orang-orang yang murtad pada masa Abu Bakar yang kemudian diperangi Abu Bakar hingga mereka terbunuh dan mati dalam keadaan kufur. Al Ismailiy juga telah menyambungkannya dari sisi lain dari Qabishah.

Al Khattabi mengatakan,”Tak seorang pun dari sahabat yang murtad. Adapun yang murtad adalah orang-orang kasar dari kalangan badui yang tidak pernah membela agama (islam) dan hal ini tidaklah menjdikan aib bagi para sahabat yang masyhur. Hal itu ditunjukkan dengan perkataannya “Ushaihabii” dengan pola yang menunjukkan kecil ,maksudnya jumlah mereka adalah sedikit."

Ibnu at Tiin mengatakan,”Mengandung makna bahwa mereka adalah orang-orang munafik atau para pelaku dosa-dosa besar.” .. ad Dawawi mengatakan,”Tidak menutup kemungkinan termasuk pula para pelaku dosa besar dan perbuatan bid’ah.” (Fathul Bari 18/370)

Wallahu A’lam.

Senin, 25 April 2011

Indonesia Ladang Basah Bintang Porno Asing

Indonesia kini jadi ladang basah artis porno asing. Banyak bintang esek-esek yang kini mulai berbondong-bondong main film di negara yang mayoritas muslim ini. Booming artis porno itu tampaknya diilhami suksenya bintang porno asal Jepang, Maria Ozawa dan Rin Sakuragi. Dua bintang porno itu membintangi film garapan Maxima Pictures Menculik Miyabi dan Suster Keramas.

Sukses film tersebut kemudian membuat rumah produksi lain tergiur. Seperti yang dilakukan K2K Production yang memboyong bintang porno Hollywood, Terra Patrick di film Rintihan Kuntilanak Perawan. Hal sama dilakukan produser Oddy Mulya yang akan menghadirkan bintang porno Jepang, Sora Aoi di Film Suster Keramas 2.

Ketika dua bintang porno –Miyabi dan Rin Sakuragi- asal Jepang itu datang, sebenarnya dapat banyak kecaman dari ormas Islam. Kecaman paling keras datang dari FPI yang berkali-kali mendemo dan menuntut agar film itu digagalkan. Tapi, tampkanya kecaman itu dianggap angin lalu.

Suksesnya film horor itu membuat angin segar bagi produser lain, terutama bintang porno asing. Bagi mereka, secara tidak langsung, Indonesia telah “welcome” dengan bintang porno. Karena itu, tak heran jika mereka mempromosikan “asiknya” jadi bintang film di Indonesia. Apalagi, dengan upah menggiurkan. Milyaran rupiah!

Meski kebanyakan membintangi film horor. Tetapi, tetap saja menyajikan adegan pornoaksi. Sehingga film horor yang tadinya menakutkan itu berubah jadi tidak menakutkan. Dan anehnya, film-film tersebut justru diluluskan oleh Lembaga Sensor Film. Padahal, di situ juga ada utusan dari Majelis Ulama Indonesia.

Lepas dari itu, selain filmnya yang bermasalah tapi juga image-nya: bintang porno asing. Bayangkan, Indonesia yang mayoritas muslim dan berkebudayaan Timur ini menjadi ladang basah bintang esek-esek. Hal itu tidak saja merusak citra Indonesia, tapi juga merusak nilai-nilai yang selama ini tertanam.

Pasalnya, image sangat penting bagi identitas suatu negeri. Image bisa menunjukkan wujud suatu negara yang sebenarnya. Karena itu, masuknya bintang porno itu telah merusak citra Indonesia. Seperti kata pepatah: nila setitik, rusak susu sebelanga. 

Parahnya lagi, citra itu akan merubah sudut pandang masyarakat. Masyarakat akan menjadi permisif dan mudah menerima nilai-nilai asing yang bertentangn dengan nilai lokal yang Islami. Karena itu, tidak mustahil, lambat laun, masyarakat Indonesia akan menganggap pornografi hal biasa.

Maraknya bintang porno asing sebenarnya harus menjadi keresehan dan kekhawatiran seluruh ormas Islam dan umat Islam. Sayangnya, tidak sedikit ormas Islam yang cuek akan hal ini. Seolah-olah, mereka menganggap jika hal itu bukan urusan mereka. Padahal, hal itu seperti gunung es yang bisa meledak kapan saja.

Lebih-lebih pemerintah. Pemerintah hingga kini tak melakukan tindakan apapun. Padahal, efek dari pornografi bisa berbahaya, bahkan seperti terorisme. Hanya saja bentukny berbeda. Jika terorisme berbentuk bom dan biasanya korbanya nyawa, sedangkan terorisme bentuk pornoaksi ini jangka panjang dan menuai banyak korban.

Dalam kajian medis, sering diungkap efek dari pornografi bagi masyarakat, terutama anak-anak. Pornografi bisa merusak otak anak dan otomatis merusak masa depan mereka. Terorisasi moral ini sangat berbahaya.

Sayangnya, pemerintah tebang pilih dalam hal ini. Jika terorisme diatasi dengan sangat serius hingga ditetapkan siaga satu, bintang porno asing dan pornografi seolah dibiarkan saja. Padahal, jika hal ini “meledak,” korbannya tidak satu dua orang, bisa banyak orang bahkan seluruh masyarakat Indonesia. Jadi, waspadalah!

(Muharrikul Ummah /www.hidayatullah.com)